Pemerintah harus jaga distribusi pangan jelang puasa dan lebaran

“Pemerintah Diminta Perhatian Khusus Pada Distribusi Pangan Jelang Puasa dan Lebaran”
Jakarta, – Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin mengingatkan kepada pemerintah, untuk mempersiapkan diri dengan matang pada stabilisasi pangan jelang puasa dan lebaran. Pasalnya, persoalan pangan pada puasa dan lebaran dari tahun ke tahun, tidak ada perkembangan penanganan yang baik sehingga gejolak di masyarakat masih saja terjadi.

“Masalah harga pangan yang tidak stabil dan ketersediaan stok yang tidak merata di seluruh provinsi Indonesia dapat berakibat gejolak dan keresahan di masyarakat. Sumber masalah ini terjadi sebagian besar pada proses distribusi pangan yang kurang baik”, jelas Legislator PKS ini.

Anggota DPR RI yang terpilih dari daerah Sulawesi Selatan II ini percaya kepada kementerian pertanian melalui badan ketahanan pangan, bahwa stok bahan pangan pokok aman hingga bulan puasa dan lebaran. Namun peran Bulog, kementerian perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan Kepolisian RI sangat besar pada jaminan stabilisasi pangan ini.

Peran-peran berbagai lembaga tinggi negara, lanjutnya, untuk mencegah beredarnya makanan yang tidak layak, memberantas penimbunan oleh spekulan, menambah kelancaran armada pengangkut pangan, memberantas pungli, dan yang paling penting adanya stok serta harga yang tidak ekstrim.

“Selain lembaga tinggi negara yang sangat berperan dalam pengendalian harga dan stok pangan, peran pemerintah daerah juga sangat vital. free instagram viewer Oleh sebab itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah mesti meningkatkan pengawasan sehingga kewaspadaan di tiap-tiap daerah selalu terjaga”, saran Anggota Banggar ini.

Tahun 2015, Akmal sudah mengingatkan pemerintah terkait beberapa aspek signifikan juga perlu disiapkan. Seperti stabilitas harga, agar apabila terjadi lonjakan tidak terlalu ekstrim. Selain itu, keamanan pangan dari segi kesehatan, nilai gizi (tidak kadaluarsa), serta pemerataan distribusi ke seluruh wilayah Indonesia, sehingga tidak terpusat di kota-kota besar saja. Namun tetap saja ketika puasa dan lebaran, harga sulit terkendali pada harga di bawah ekstrim. Menurutnya, kenaikan harga jika sudah di atas 30%, maka sudah melebihi batas ekstrim.

“Semoga tahun 2016 ini pemerintah mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat akan pangan pada saat puasa dan lebaran”, pungkas Andi akmal.

Comments

comments